Doa Sholat — Di antara sholat sunnah adalah Sholat Witir, yaitu sholat dengan jumlah rakaat ganjil yang dilaksanakan pada malam hari. Sholat ini menjadi sholat penutup di hari itu. Setelah itu sholat tidak dilaksanakan lagi sampai dengan Shubuh. Kecuali mungkin kondisi mendesak, misalnya Sholat Janazah.
Sholat Witir lazim dilaksanakan pada saat malam Bulan Ramadhan, setelah Sholat Tarawih. Yang menjadi diskusi adalah, dalam tradisi kita witir berjumlah 3 rakaat yang dibagi menjadi 2 sholat: 2 rakaat dan kemudian 1 rakaat? Terus bagaimana dengan Witir yang dibagai menjadi 2 sholat ini?
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal dengan Gus Baha pernah membahas ini. Dalam salah satu pengajiannya yang beredar, kiai yang terkenal keahliannya dalam bidang fikih dan tafsir Qur’an menyinggung tentang witir yang dibagi menjadi 2 shalat, pertama sholat dua rakaat dan kedua shalat satu rakaat. Ia terkesan kurang sependapat dengan hal tersebut tapi ikut saja karena tidak menjadi imam, hanya makmum saja.
Ia mengatakan bahwa ketika melakukan sholat 2 rakaat dan melakukan salam maka ia menjadi sholat yang sempurna dan itu terpisah dengan sholat selanjutnya. Jadi ini kayak sholat 3 rakaat tapi dicicil 2 rakaat dulu.
Sebagaimana kita ketahui bahwa bilal pada jamaah sholat tarawih biasanya akan menyeru jamaah untuk melakukan sholat 2 rakaat yang merupakan bagian dari witir. Dan niat yang diajarkan adalah bahwa kita nia sholat sunnah 2 rakaat yang merupakan bagian dari witir.
Ketika sholat dua rakaat ini dianggap sebagai sholat terpisah dan sempurna ketika melakuka salam maka ini menjadi perdebatan. Bukankah seharusnya sholat witir adalah adalah sholat ganjil?
Wallahu A’lam Bil Shawab.