Kategori
Doa

Doa Dapat Merubah Takdir?

Doa Sholat — Saya beberapa kali mendengar ucapan atau pertanyaan “dapatkah doa merubah takdir?” sebelum menjawab pertanyaan ini kita perlu membahas apa itu doa dan apa itu takdir.

Doa berasal dari Bahasa Arab yang berasal dari “da’a” yang dapat diartikan memanggil. Dari kata ini juga muncul kata “dakwah” yang berarti menyeru.

Dari sini kita tafsirkan bahwa doa adalah “memanggil” Tuhan. Memanggil tidak harus dalam pengertian meminta. Karena inti dari doa bukanlah meminta. Ada kata lain dalam Bahasa Arab yang berarti meminta, yaitu “thalaba.”

Ketika Islam menyebar ke tempat lain, termasuk Kepulauan Nusantara maka bertemu dengan tradisi lain, salah satunya adalah merapal mantra. Tujuan dari merapalkan mantra adalah untuk “merubah kehendak” roh-roh atau mana yang ada pada benda-benda. Di sinilah kemudian akhirnya membaca doa bertemu dengan budaya merapal mantra. Doa akhirnya dipahami mirip dengan mantra.

Sedangkan soal takdir kita akan masuk pada perdebatan apa itu takdir? apakah manusia dari awal udah ditakdirkan A atau ditakdirkan B. Ada yang berpendapat ada takdir muallaq dan takdir ghairu muallaq. Takdir muallaq adalah adalah takdir yang tidak bisa dirubah, seperti rizki, jodoh dan ajal. Selain tiga hal tersebut adalah takdir yang bisa dirubah.

Jika rizki merupakan takdir muallaq apakah hal tersebut dirubah dengan doa? Apakah takdi tentang jodoh bisa dirubah dengan doa? Apakah takdir tentang ajal bisa dirubah dengan doa?

Di satu sisi ada yang berpendapat lain tentang takdir. Takdir merupakan ketetapan yang berupa hukum-hukum Tuhan. Yang dimaksud dengan takdir adalah air mengalir ke tempat yang lebih rendah, bukan ketika gelas yang terguling dan airnya tumpah ke lantai. Kita tidak bisa merubah hukum mengalir ke tempat yang lebih rendah tapi kita kita bisa berusaha agar gelas tidak terguling sehingga air tidak tumpah.

Maka dalam pandangan kedua ini pertanyaan apakah doa bisa merupah takdir menjadi tidak relevan.