Doa Sholat — Sebagai orang yang lahir dan hidup di keluarga yang relegius saya sejak kecil diajarkan tentang ritual dan tata cara dalam beribadah dalam Islam. Tidak ketinggalan juga diajarkan doa sehari-hari, seperti doa bangun tidur, doa hendak tidur, doa mau masuk kamar mandi, doa keluar kamar mandi, doa mau makan, doa selesai makan dan yang lainnya.
Apa yang diajarkan sebagian sudah dihapal di luar kepala baik lafal dalam bahasa aslinya, yaitu Bahasa Arab dan artinya dalam Bahasa Indonesia, bahkan sebagian arti dalam Bahasa Jawa.
Saat kecil sampai dengan tamat Madrasah Aliyah ataus setingkat dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) interaksi saya terbatas hanya dengan orang-orang yang seagama saja. Maklum saya hidup di desa dan kemudian di sekolah yang homogen dari segi keyakinan.
Ketika memasuki dunia perkuliahan dan tinggal di Kota Pelajar yang dipenuhi oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang, baik suku, bahasa, budaya maupun kepercayaan maka interaksi saya lebih meningkat levelnya. Jika sebelumnya hanya berinteraksi dengan orang-orang yang beragamaa Islam saja kini berinteraksi juga dengan orang yang menganut agama yang berbeda.
Interaksi ini membuat saya berusaha memahami apa-apa yang menjadi kebiasaan orang-orang agama lain tersebut, salah satunya adalah urusan doa. Dan salah satu kebiasaan berdoa yang dengan mudah kita saksikan adalah doa sebelum makan. Sekali lagi yang disaksikan, artinya yang tampak oleh mata.
Dari yang nampak dan disaksikan saya melihat teman-teman penganut Kristen dan Katholik ketika berdoa sebelum makan ternyata lebih lama. Berbeda dengan doa sebelum makan yang diajarkan dalam Islam yang singkat dan pendek.