Doa Sholat — Doa Qunut Subuh merupakan salah satu persoalan khilafiyah dalam ibadah sholat yang banyak diperbincangkan d tanah air. Sebagian mendiskusikannya secara ilmiah. Sebagian lagi mendiskusikannya untuk mempertegas kebenaran yang diyakini. Lalu bagaimana doa qunut subuh dan persoalan di sekitarnya?
Sholat merupakan salah satu rukun Islam dan dianggap sebagai tiang agama. Rukun ialah bagian-bagian penyusun sebuah bangunan. Dalam Islam ada lima hal yan menyusun bagiannya. Dua kalimat syahadat merupakan pondasi, sedangkan sholat adalah tiangnya.
Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rosul Allah merupakan pintu seseorang menjadi mukmin dan muslim. Syahadah atau kesaksian pertama disebut dengan syahadah ilahiyah sedang yang kedua disebut dengan syahadah rosul.
Sebagian ulama mendefinisakan iman adalah mempercayai/membenarkan apa-apa yang dibawa (wahyu) oleh rosulullah Muhammad SAW dari Allah SWT. Sedangkan islam adalah tunduk tak patuh terhadap apa yang dibawa (wahyu) tersebut.
Maka secara formal keimanan dan keislaman seseorang dinilai dengan mempercayai dan kemudian tunduk dan patuh kepada wahyu yang dibawa Nabi Muhammad. Jadi pintunya adalah Nabi Muhammad. Oleh karenanya disebut dengan keimanan dan keislaman secara formal.
Setelah memiliki fondasi maka tahap selanjutnya adalah menegakkan tiang. Ada tiang yang harus ada atau wajib. Ada tiang yang hukumnya sunnah saja. Tiang yang wajib bagi setiap individu adalah sholat lima waktu: subuh, dhuhur, asar, maghrib dan isyak.
Persoalan seputar Qunut Subuh
Untuk sholat sendiri memiliki rukun juga. Rukun ini yang membentuk bagian-bagian yang secara utuh disebut sholat. Selain rukun terdapat juga sunnah-sunnah sholat.
Tentu terdapat beberapa perbedaan, bahkan banyak perbedaan terkait dengan detail rukun dan sunnah. Salah satu yang ramai diperbincangkan di Indonesia adalah persoalan membaca doa qunut pada saat sholat subuh.
Yang umum diketahui oleh khalayak umum adalah bahwa ada yang berpendapat tentang kesunnahan melakukan doa qunut dan ada yang tidak melihat sebaliknya. Satu kelompok diwakili oleh Nahdlotul Ulama (NU) dan kelompok yang satu lagi diwakli oleh Muhammadiyah.
Kalau kita mengkaji lebih detail sebenarnya masalah Qunut bukan hanya persoalan sunnah atau tidak untuk dibaca ketika sholat subuh. Ada juga perbedaan kapan qunut dibaca, apakah setelah rukuk atau sebelumnya. Juga apakah membacanya secara jahr atau secara pelan saja.
Intinya jika kita mendiskusikan qunut dengan lebih mendalam maka ada berbagai pendapat dan itu biasa saja terjadi dalam Islam.